!!> Ebook ➧ 693 Km Jejak Gerilya Sudirman: Sebuah Novel ➨ Author Ayi Jufridar – Varunahuja.live

!!> Ebook ➧ 693 Km Jejak Gerilya Sudirman: Sebuah Novel ➨ Author Ayi Jufridar – Varunahuja.live
  • Paperback
  • 312 pages
  • 693 Km Jejak Gerilya Sudirman: Sebuah Novel
  • Ayi Jufridar
  • Indonesian
  • 13 January 2017

693 Km Jejak Gerilya Sudirman: Sebuah NovelDI ATAS Singgasananya Sebuah Tandu Kayu Sudirman Merasakan Semangat Menyala Sekaligus Kekecewaan Yang Mendalam Dia Bisa Memilih Diam Di Istana, Menunggu Musuh Datang Untuk Menangkapnya Seperti Yang Dilakukan Pemimpin Lain Kesehatan Yang Buruk Menjadi Alasannya Untuk Bersembunyi Atau Melakukan Perlawanan Di Balik Jeruji Besi Sebagai Panglima Perang Dari Sebuah Negara Yang Baru Lahir, Sudirman Melanjutkan Perjuangan Dari Hutan Ke Hutan Dengan Siasat Yang Tak Pernah Disangka Musuhnya Sebuah Perlawanan Yang Kelak Menjawab Pertanyaan Indonesia Akan Mendapatkan Kemerdekaan Sepenuhnya Atau Kembali Dalam Cengkeraman Penjajah Meski Setelah Tujuh Bulan, Api Gerilya Yang Menggelora Harus Padam Oleh Keputusan Politik Bukan Karena Kehebatan Belanda Berlatar Sejarah Pasca Kemerdekaan, Novel Ini Menjawab Apa Sesungguhnya Yang Menjadi Sumber Kekuatan Sudirman Dalam Perang Gerilya Dan Kekecewaan Sang Jenderal Terhadap Pemimpin Sipil.


About the Author: Ayi Jufridar

Is a well-known author, some of his books are a fascination for readers like in the 693 Km Jejak Gerilya Sudirman: Sebuah Novel book, this is one of the most wanted Ayi Jufridar author readers around the world.


10 thoughts on “693 Km Jejak Gerilya Sudirman: Sebuah Novel

  1. says:

    Buku ini adalah novelisasi jejak sejarah Panglima Besar Jenderal Sudirman ketika ia bersama pasukannya bergerilya sepanjang 693 km selama 7 bulan untuk menyerang pos pos pertahanan Belanda Setting Novel ini dimulai di lapangan Andir Bandung ketika Jenderal Spoor yang pada tanggal 18 Desember 1948 memulai operasi yang diberi nama Operasi Burung Gagak dengan target merebut kembali Yogyakarta Ibukota Republik Indonesia saat itu , menghancurkan Tentara Nasional Indonesia yang tersebar di Jawa Tengah dan Jawa Timur dalam satu pukulan, serta menangkap Sukarno berserta pengikut pengikutnya.Menghadapi serangan dari Belanda, Sudirman tidak menyerah begitu saja, walau dalam keadaan sakit dan baru saja pulang dari Panti Rapih ia memilih untuk terjun langsung mengangkat senjata Tekadnya sudah bulat sehingga ketika ia dipanggil ke Gedung Agung oleh Presiden Sukarno ia menyampaikan tekadnya dan berharap Presiden pun ikut bersamanya untuk mengangkat senjata.Namun apa yang diharapkan Sudriman tidak menjadi...

  2. says:

    Meski bertema sejarah, setelah dinovelkan maka lebih luwes dan enak dibaca Cukup dua hari saya menghabiskan novel ini Meski kadang terasa lambat, saya tetap penasaran bagaiman kelanjutan novel ini.Dengan membaca novel ini, pembaca akan tahu bagaimana perjuangan pahlawan bangsa, khususnya panglima perang jenderal Sudirman Sekaligus mengetahui bagaimana sisi manusiawi beliau Sebuah novel yang recommended dibaca oleh remaja khususnya agar meneladani para pahlawan, dan seluruh rakyat Indon...

  3. says:

    Penyampaian sejarah dengan cara menovelkannya ternyata lebih enak dan mudah diresapi daripada melulu mengingat tanggal, hari, dan peristiwa Sebelumnya aku cuma tahu bahwa jenderal Sudirman bergerilya melawan Belanda dalam keadaan sakit dengan hanya satu paru paru, beliau keluar masuk hutan bersama prajuritnya yang setia dengan ditandu Tapi di novel ini aku tersadar, tidaklah sesederhana itu Ada keluarga yang harus ditinggalkan, cuaca dan kondisi jalanan yg tidak menentu, saudara sebangsa yang berkhianat dengan menjadi mata mata,...

  4. says:

    Tulisan ringan buat yang mau baca sejarah perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia khususnya sang Panglima Besar Sudirman Dari awal baca seolah olah ikut berada didalamnya dan ikut merasakan ketegangan gerilya serta penderitaan mereka dalam mengarungi medan yang berat de...

  5. says:

    Menikmati sejarah yang disajikan melalui novel dan dibalut dengan sastra, membuat seolah kita terasa ikut di dalam perjalanan penuh liku Sang Panglima.

  6. says:

    Alfiah dan kuminta ia mengembuskan asap tingwe yang harum ke wajahku Aku tahu Alfiah tak senang melakukannya, tapi karena rasa cintanya, ia juga tidak berani menolak permintaanku Ini seperti jebakan kenikmatan dalam sebuah dosa.Dalam sekejab aroma khas penuh nikmat menyerbu wajahku, campuran antara rasa gurih tingwe dengan napas harum Alfiah yang masuk melalui hidung, mungkin sebagian aroma tersisa di sana sebelum melekat kuat di dalam otak Kurasa lebih nikmat dibandingk...

  7. says:

    ini yang langka mengupas jejak gerilya Pangsar Sudirman, beserta tokoh2 pengikutnya yang setia..digambarkan dengan runut dengan sedikit sisipan klenik terkait keris yang selalu dibawa Pangsar hehehe..keseruan kisah di novel ini, lebih seru dari film nya, yang mungkin diilhami dari novel ini..

  8. says:

    Seharusnya bisa dikisahkan dengan lebih baik Bahasa yg digunakan pengarang agak lebay dalam menggambarkan semangat tokoh2 dalam buku tersebut Jadi gak merinding baca tentang semangat tokoh2 tsb krn baru baca beberapa lembar udah sering diulang2 soal semangat dgn bahasa yg lebay.

  9. says:

    Books 116 2015 Buku ini untuk memenuhi New Author Reading Challenge 20153,4 dari 5 bintang Bagus pembaca seperti dibawa alur menyusuri saat saat Sudirman melakukan perang Gerilya menjelajahi hutan hutan untuk bertempur melawan Belanda __

  10. says:

    He fight for his nation totally I found another side of him Its all about doing what you believe with all your body and heart Very inspiring and touching at the same time make me upset to my self..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *